USAID DEC
Metode survei dan pemantauan populasi kodok merupakan salah satu aspek penting dalam konservasi dan pengelolaan sumber daya hayati.
2018 · 35 pages

Abstract
Metode ini digunakan untuk menentukan keragaman, kepadatan, dan kelimpahan jenis kodok yang ada di suatu wilayah. Metode yang dipakai dalam survei dan pemantauan populasi kodok meliputi metode transek, metode kuadrat, dan metode pencarian visual (VES). Metode transek digunakan untuk menentukan kepadatan dan kelimpahan kodok di suatu wilayah, sedangkan metode kuadrat digunakan untuk menentukan keragaman dan kepadatan kodok di suatu area yang lebih kecil. Metode pencarian visual (VES) digunakan untuk menduga kelimpahan kodok di suatu wilayah. Peralatan yang digunakan dalam metode transek meliputi garis transek, stopwatch, dan buku catatan. Garis transek digunakan untuk menentukan lokasi survei, sedangkan stopwatch digunakan untuk mengukur waktu survei. Buku catatan digunakan untuk mencatat data survei. Tipe-tipe habitat yang tepat untuk metode transek meliputi persawahan, sungai berbatu berarus deras, sungai berbatu berarus lambat, dan jalan setapak di hutan. Persawahan merupakan habitat yang ideal untuk metode transek karena dapat menampung banyak jenis kodok. Sungai berbatu berarus deras dan sungai berbatu berarus lambat juga merupakan habitat yang ideal karena dapat menampung banyak jenis kodok. Jalan setapak di hutan merupakan habitat yang ideal karena dapat menampung banyak jenis kodok. Status populasi berdasarkan metode transek dapat dilihat dari kepadatan dan kelimpahan kodok di suatu wilayah. Kepadatan kodok dapat dilihat dari jumlah individu per satuan luas, sedangkan kelimpahan kodok dapat dilihat dari jumlah individu per satuan waktu. Metode kuadrat digunakan untuk menentukan keragaman dan kepadatan kodok di suatu area yang lebih kecil. Peralatan yang digunakan dalam metode kuadrat meliputi garis kuadrat, stopwatch, dan buku catatan. Garis kuadrat digunakan untuk menentukan lokasi survei, sedangkan stopwatch digunakan untuk mengukur waktu survei. Buku catatan digunakan untuk mencatat data survei. Tipe habitat yang tepat untuk metode kuadrat meliputi lantai hutan dengan serasah tebal dan lembab. Lantai hutan dengan serasah tebal dan lembab merupakan habitat yang ideal karena dapat menampung banyak jenis kodok. Status populasi berdasarkan metode kuadrat dapat dilihat dari keragaman dan kepadatan kodok di suatu area yang lebih kecil. Keragaman kodok dapat dilihat dari jumlah jenis kodok yang ada di suatu area, sedangkan kepadatan kodok dapat dilihat dari jumlah individu per satuan luas. Metode pencarian visual (VES) digunakan untuk menduga kelimpahan kodok di suatu wilayah. Peralatan yang digunakan dalam metode VES meliputi buku catatan dan kamera. Buku catatan digunakan untuk mencatat data survei, sedangkan kamera digunakan untuk merekam data survei. Tipe-tipe habitat yang tepat untuk metode VES meliputi rawa berair tawar dan kanopi pohon. Rawa berair tawar dan kanopi pohon merupakan habitat yang ideal karena dapat menampung banyak jenis kodok.
Connected topics
Classification