USAID
Strategi Komunikasi Untuk Konservasi Alam bertujuan untuk mengukuhkan pola komunikasi, memperkuat dan apresiasi masyarakat tidak hanya terhadap keunggulan-keunggulan di kawasan konservasi, melainkan juga untuk memunculkan rasa bangga dan termotivasi untuk mendukung kawasan konservasi.
2021 · 27 pages

Abstract
Indonesia memiliki tipe ekosistem yang beragam mulai dari pegunungan, hutan, laut, lahan basah hingga sabana. Beragam ekosistem tersebut merupakan rumah bagi berbagai flora dan fauna. Kekayaan alam di Indonesia sangat luar biasa yang merupakan karunia Tuhan yang perlu dilestarikan. Strategi Komunikasi Untuk Konservasi Alam ini bertujuan untuk mengukuhkan pola komunikasi, memperkuat dan apresiasi masyarakat tidak hanya terhadap keunggulan-keunggulan di kawasan konservasi, melainkan juga untuk memunculkan rasa bangga dan termotivasi untuk mendukung kawasan konservasi. Upaya ini diperlukan untuk menjaga kelestariannya terjaga. Salah satu upaya adalah dengan melakukan strategi komunikasi yang tepat dengan masyarakat. Modul ini akan menjadi bagian akhir dari keempat Modul Komunikasi Massa, Taman Nasional di Indonesia. Pada bagian sebelumnya, peserta telah mendapat tambahan pengatahuan serta ketrampilan tentang bagaimana berkuminasi efektif dan persuasif, lalu menyusun pesan yang merujuk kepada Unique Selling Points (USP) serta teknik menghadapi media terutama pada media tradisional seperti koran, radio, dan televisi. Strategi Komunikasi Untuk Konservasi Alam ini melibatkan analisis situasi, perumusan strategi, dan evaluasi strategi. Analisis situasi melibatkan identifikasi tujuan, target audiens, dan media yang akan digunakan. Perumusan strategi melibatkan merangkai tujuan strategi komunikasi, menentukan target audiens, menentukan bauran komunikasi (channel media), merangkai pesan, menentukan juru bicara, dan rencana implementasi. Evaluasi strategi melibatkan pengukuran hasil dan penyesuaian strategi jika perlu. Dalam pelaksanaan strategi komunikasi ini, diperlukan kerja sama tim yang terdiri dari lebih dari 2 orang. Dengan demikian, terjadi tukar pikiran dan pengayaan materi. Selanjutnya, strategi yang telah dibuat akan dibahas bersama dengan fasilitator. Selama pembahasan dan evaluasi, dimungkinkan untuk pengayaan materi lebih lanjut. Selain pengayaan, penajaman juga akan dilakukan pada aspek seperti Unique Selling Point/Proposition, juga Pesan Kunci untuk disampaikan kepada media massa. Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta mampu menyusun strategi komunikasi untuk promosi dan pemasaran jasa lingkungan wisata alam di kawasan konservasi. Dengan demikian, peserta dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keunggulan-keunggulan di kawasan konservasi dan memunculkan rasa bangga dan termotivasi untuk mendukung kawasan konservasi.
Connected topics
Classification
USAID DEC