USAID DEC
Indeks Masyarakat Sipil (IMS) adalah suatu konsep yang dikembangkan pada tahun 1997 dan dikembangkan lebih lanjut pada tahun 1999.
2014 · 30 pages

Abstract
Konsep ini kemudian diuji coba di 14 negara Amerika, Australia, Asia, dan Afrika pada tahun 2002-2003, dan kemudian dikembangkan lebih lanjut ke-60 negara, termasuk Indonesia. Alat ukur (Instrument) IMS terdiri dari 4 dimensi yang dijabarkan lebih lanjut dalam Sub-Dimensi dan Indikator, yang kemudian ditampilkan dalam bentuk intan masyarakat sipil/Civil Society Diamond (CSD). CSD mudah digunakan dan diinterpretasikan sebagai alat asesmen, refleksi, dan diskusi pandangan-pandangan ke depan oleh berbagai stakeholder. Relevan dengan salah satu target capaian dalam program penurunan angka kematian Ibu dan bayi, yaitu pengutan masyarakat sipil melalui forum masyarakat madani, maka diperlukan gambaran/potret kekuatan dan keterbatasan komunitas, dalam hal ini masyarakat sipil terkait dengan terlaksanakannya program dan tercapainya tujuan program (proses dan hasil). Pengukuran IMS ini bukanlah hasil akhir, tapi justru merupakan titik berangkat bagi pemberdayaan masyarakat sipil (civil society). Oleh karena itu, tak kalah penting dari penguasaan skill pengukuran IMS adalah adanya perumusan agenda aksi bagi pemberdayaan civil society. Fasilitator memiliki peranan penting dalam pengukuran indeks masyarakat sipil serta penguatan forum masyarakat madani, dan kesungguhan kerja, kualitas pendampingan serta kualitas hasil pelaporan merupakan kunci dari kesuksesan fasilitator. Buku saku ini diperuntukan bagi fasilitator yang bertujuan untuk mempermudah para fasilitator dalam memahami peran dan fungsinya dalam pelaksanaan pengukuran indeks masyarakat sipil serta penguatan/inisiasi forum masyarakat madani. Buku ini juga sebagai panduan praktis bagi para fasilitator dalam melaksanakan tugasnya dilapangan dalam pemberdayaan Forum Masyarakat Madani (FMM) maupun memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program penurunan angka kematian Ibu dan bayi. Pengukuran IMS meliputi beberapa tahapan kegiatan, yaitu survei di tingkat kabupaten dengan mengundang perwakilan organisasi masyarakat sipil serta menggunakan instrument IMS untuk mendapatkan Intan masyarakat sipil kabupaten. Survei ini didahului dengan kegiatan Rural Rapid Appraisal dalam rangka mendapatkan data umum terkait dengan melakukan identifikasi dan analisa faktor-faktor penyebab kematian pada ibu melahirkan dan bayi baru lahir; serta keterlibatan dan peranan organisasi masyarakat sipil. Pertemuan evaluasi kabupaten (FGD) kemudian dilakukan untuk merumuskan rencana aksi forum masyarakat madani dalam penguatan masyarakat sipil untuk mendukung program. Keterlibatan dan kehadiran pemerintah setempat sangat penting pada pertemuan tersebut. Forum Masyarakat Madani di tingkat Kabupaten/Kodya diharapkan dapat melakukan inisiasi atau penguatan Forum Masyarakat Madani di kabupaten/kodya untuk merealisasikan rencana-rencana aksi memperkuat peran masyarakat sipil dalam rangka mendukung program penurunan angka kematian Ibu dan bayi di wilayah-wilayah tersebut.
Classification