Growth Rate, Cover, and Survival Rate (Enhalus acoroides) Transplanted in Monospecies and Multispecies
Sign inHUAZHONG AGRICULTURAL UNIVERSITY
Lamun jenis Enhalus acoroides merupakan salah satu yang mendominasi di perairan Indonesia.
2016 · 15 pages

Abstract
Di daerah tropis E. acoroides sangat efektif dan lama dalam hal membenamkan karbon dibandingkan dengan jenis lamun lainnya. Hal ini disebabkan karena lamun yang memiliki ukuran batang, rhizoma, dan akar yang lebih besar cenderung mengembangkan biomassa tinggi dibawah substrat, oleh sebab itu mampu menyerap karbon yang lebih tinggi. Pulau Badi merupakan salah satu gugusan Kepulauan Spermonde dengan luas daratan 9 km2 dan memiliki jumlah penduduk 2.906 jiwa, dengan sebagian besar bermata pencaharian nelayan dengan aktivitas sehari-hari di kawasan pesisir yang berpotensi memberikan dampak negatif terhadap ekosistem lamun yang memiliki peranan penting di perairan. Pentingnya fungsi lamun belum banyak dipahami oleh masyarakat, sehingga banyak lamun yang rusak akibat aktivitas manusia. Transplantasi lamun merupakan salah satu cara untuk merehabilitasi padang lamun yang mengalami kerusakan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan perlakuan monospecies dan multispecies (2, 4, dan 5 spesies) dimana, E. acoroides dikombinasikan dengan lamun spesies lain seperti T. hemprichii, C. rotundata, H. ovalis, H. uninervis, dan S. isoetifolium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan rata-rata transplantasi E. acoroides tertinggi ditemukan pada monospecies dengan nilai 0,29 cm/hari. Perubahan tutupan rata-rata tertinggi ditemukan pada 2 spesies yaitu kombinasi lamun E. acoroides dan C. rotundata dengan nilai 0,10% per hari. Tingkat kelangsungan hidup tertinggi ditemukan pada 2 spesies dengan kombinasi E. acoroides dan H. ovalis dan 5 spesies pada kombinasi lamun E. acoroides, S. isoetifolium, C. rotundata, H. uninervis dan H. ovalis dengan nilai 100%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa transplantasi lamun dapat meningkatkan laju pertumbuhan, penutupan, dan tingkat kelangsungan hidup lamun. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kombinasi lamun E. acoroides dengan spesies lain dapat meningkatkan laju pertumbuhan dan penutupan lamun. Namun, perlu diingat bahwa hasil penelitian ini hanya berlaku untuk kondisi perairan Pulau Badi dan tidak dapat dijadikan acuan untuk kondisi perairan lainnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efektivitas transplantasi lamun pada kondisi perairan lainnya. Dalam melakukan transplantasi, upaya untuk meniru kondisi alami suatu ekosistem cukup penting agar bisa mengembalikan fungsi dari ekosistem tersebut. Transplantasi lamun dapat meningkatkan laju pertumbuhan, penutupan, dan tingkat kelangsungan hidup lamun. Namun, perlu diingat bahwa hasil penelitian ini hanya berlaku untuk kondisi perairan Pulau Badi dan tidak dapat dijadikan acuan untuk kondisi perairan lainnya.
Connected topics
Classification

USAID DEC