USAID DEC
Kebijakan strategi komunikasi untuk konservasi alam di Kawasan Konservasi Indonesia (KK) merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi alam dan meningkatkan potensi wisata alam di KK.
13 pages

Abstract
Luas KK di Indonesia lebih dari 2 kali luas wilayah Inggris, menunjukkan potensi besar untuk pengembangan wisata alam. Wisata alam di KK dapat dikategorikan menjadi beberapa jenis, yaitu wisata sejarah, wisata penelitian, wisata tirta, wisata pendidikan, wisata vulkanik, wisata petualangan, wisata budaya, wisata spiritual, dan wisata minat khusus. Areal Pariwisata Alam (APA) termasuk potensi dan Objek Destinasi Wisata Alam (ODTWA) yang dapat dikembangkan. Prinsip komunikasi untuk wisata alam di KK meliputi menjamin kelestarian fungsi kawasan dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), pengaturan pengunjung sesuai dengan Daya Dukung dan Daya Tampung, pendidikan konservasi untuk masyarakat, program interpretasi lingkungan, informasi kepada pengunjung tentang KSDAE, dan terjaminnya kesinambungan usaha. Daur hidup produk wisata di KK dapat dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu keterlibatan, eksplorasi, pembangunan, konsolidasi, stagnasi, penurunan, dan peremajaan. Tahapan strategi komunikasi untuk wisata alam di KK meliputi analisis situasi, analisis pengunjung, segmentasi khalayak, motivasi kunjungan, familiaritas, positioning, memilih target pasar, memetakan peran pemangku kepentingan, dan branding/merk. Analisis situasi meliputi analisis pengunjung, segmentasi khalayak, motivasi kunjungan, familiaritas, dan positioning. Analisis pengunjung meliputi demografis, psikografis, perilaku, motivasi kunjungan, dan familiaritas. Segmentasi khalayak meliputi demografis, psikografis, perilaku, dan motivasi kunjungan. Motivasi kunjungan meliputi fisik, kultural, personal, status, dan harga diri. Familiaritas meliputi drifter, explorer, individual mass tourist, dan organized-mass tourist. Positioning meliputi memilih target pasar, memetakan peran pemangku kepentingan, brand positioning, dan aplikasi positioning pada brand dan marketing mix. Memilih target pasar meliputi identifikasi target pengunjung, identifikasi pesaing, rumuskan unique selling position, tetapkan positioning statement, dan konsultasikan dengan stakeholder. Memetakan peran pemangku kepentingan meliputi identifikasi stakeholder dan masyarakat. Brand positioning meliputi mencerminkan keunikan/keunggulan agar masuk ke pikiran target khalayak. Branding/merk meliputi nama, istilah, lambang, desain, atau gabungan dari semuanya yang diarahkan pada keunikan/keunggulan wisata/ekosistem. Elemen merk meliputi kata kunci, nama, logo, URLs, tagar, tagline, jingle, nada, warna, gambar, karakter, simbol, dan lain-lain.
Classification
USAID DEC