USAID DEC
Pengelolaan Sampah Laut di Teluk Sawaibu merupakan salah satu permasalahan yang sangat krusial di Kabupaten Manokwari.
2018 · 18 pages

Abstract
Sampah yang dihasilkan oleh masyarakat setiap hari mencemari kawasan pemukiman pesisir dan laut, menyebabkan penurunan produksi ikan sebesar 32%. Setiap harinya masyarakat Manokwari menghasilkan sampah sebanyak 260 m3, namun hanya 38% dari jumlah tersebut yang dapat diangkut ke TPA, sedangkan sisanya tertimbun di berbagai tempat. Kabupaten Manokwari sebagai Ibu kota Provinsi Papua Barat masih mengalami kendala dalam permasalahan sampah. Sampah yang dihasilkan oleh masyarakat dari berbagai aktivitas yang dilakukan setiap hari turut menyumbang sampah yang cukup signifikan. Jenis sampah yang dihasilkan juga beragam mulai dari sisa makanan, sayuran, plastik kemasan, botol-botol plastik, kantong kresek, besi/logam, dan lain-lain. Komunitas Anak Air Manokwari yang banyak melakukan aktifitas di laut sangat merasakan dampak dari permasalahan sampah laut. Beberapa kegiatan yang dilakukan secara rutin seperti pembersihan pantai, pengembangan keramba apung, dan melakukan pemungutan sampah di dalam laut dengan menggunakan peralatan selam merupakan kegiatan yang sangat besar hambatannya, disebabkan timbunan sampah yang sudah terlalu banyak bermuara ke laut yang berdampak pada kelangsungan budidaya ikan di keramba apung dan pembersihan pantai yang dilakukan setiap hari. Program dan kegiatan yang dilakukan oleh Komunitas Anak Air Manokwari bertujuan untuk mencegah sampah di Teluk Sawaibu dengan membentuk 5 (lima) kelompok kerja untuk pengelolaan sampah. Masyarakat di lima kampung (Sanggeng, Manokwari Barat, Padarni, Pasir Putih, dan Mansinam) diminta untuk memahami konsep reduce, reuse, recycle untuk memilah sampah serta mengelola sampah. Masyarakat juga diminta untuk berkomitmen untuk mencegah sampah di Teluk Sawaibu dengan membentuk kelompok kerja untuk pengelolaan sampah. Logical Framework/Kerangka Kerja KAAM merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah laut. Tujuan kegiatan adalah mencegah sampah di Teluk Sawaibu dengan melakukan kegiatan-kegiatan seperti sosialisasi dampak sampah laut, pembersihan sampah di permukaan air laut Teluk Sawaibu, dan rapat koordinasi pihak terkait pengelolaan sampah laut di Manokwari. Dalam pelaksanaan kegiatan, Komunitas Anak Air Manokwari melakukan kegiatan-kegiatan seperti sosialisasi dampak sampah laut, pembersihan sampah di permukaan air laut Teluk Sawaibu, dan rapat koordinasi pihak terkait pengelolaan sampah laut di Manokwari. Hasil yang diharapkan dari kegiatan-kegiatan ini adalah masyarakat di lima kampung (Sanggeng, Manokwari Barat, Padarni, Pasir Putih, dan Mansinam) memahami konsep reduce, reuse, recycle untuk memilah sampah serta mengelola sampah, dan masyarakat juga berkomitmen untuk mencegah sampah di Teluk Sawaibu dengan membentuk kelompok kerja untuk pengelolaan sampah.
Classification
USAID DEC