USAID DEC
Pengembangan Sistem Insentif Berbasis Kinerja untuk Pelayanan Primer Pengembangan sistem insentif berbasis kinerja untuk pelayanan primer di Indonesia telah menjadi prioritas utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
2018 · 4 pages

Abstract
Sistem insentif ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dengan memberikan insentif yang lebih efektif dan efisien. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2016 menunjukkan bahwa sistem pembayaran berbasis kinerja yang diberlakukan di tingkat fasilitas belum dikaitkan dengan kinerja tingkat individu. Oleh karena itu, sangat penting mengidentifikasi insentif apa yang memotivasi kinerja individu di FKTP sehingga secara bersama-sama menghasilkan FKTP yang lebih baik. Penelitian lanjutan yang dilakukan pada tahun 2017 menunjukkan bahwa sistem insentif yang saat ini berlaku di FKTP pemerintah masih memiliki beberapa kelemahan. Sistem insentif ini masih sangat tergantung pada kehadiran dan performa kerja, sehingga tidak dapat memperhitungkan kegiatan yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan. Selain itu, sistem insentif ini juga masih memiliki perbedaan yang mencolok antara apa yang dinilai dengan apa yang seharusnya dihargai di dalam sistem insentif. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa peran peraturan pemerintah Pusat dan pemerintah daerah sangat besar dalam menentukan pendapatan tenaga kesehatan, sementara peran peraturan BPJS sangat minimal. Selain itu, ditemukan pula bahwa sistem insentif yang saat ini berlaku di FKTP pemerintah masih memiliki variasi yang besar, sehingga tidak dapat memberikan insentif yang lebih efektif dan efisien. Dalam rangka meningkatkan kinerja tenaga kesehatan di FKTP, perlu dilakukan beberapa langkah. Pertama, perlu dilakukan perubahan pada sistem insentif yang saat ini berlaku di FKTP pemerintah. Sistem insentif ini perlu diubah agar dapat memperhitungkan kegiatan yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan dan dapat memberikan insentif yang lebih efektif dan efisien. Kedua, perlu dilakukan peningkatan pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kesehatan di FKTP. Peningkatan pendidikan dan pelatihan ini perlu dilakukan agar tenaga kesehatan dapat memiliki kemampuan yang lebih baik dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Ketiga, perlu dilakukan peningkatan infrastruktur dan fasilitas di FKTP. Peningkatan infrastruktur dan fasilitas ini perlu dilakukan agar tenaga kesehatan dapat memiliki kemampuan yang lebih baik dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Dalam kesimpulan, pengembangan sistem insentif berbasis kinerja untuk pelayanan primer di Indonesia masih memiliki beberapa kelemahan. Namun, dengan dilakukannya perubahan pada sistem insentif, peningkatan pendidikan dan pelatihan, serta peningkatan infrastruktur dan fasilitas, diharapkan dapat meningkatkan kinerja tenaga kesehatan di FKTP dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.
Connected topics
Classification
USAID DEC