USAID DEC
Kesehatan ibu merupakan salah satu isu yang sangat penting dalam pembangunan nasional.
2019 · 6 pages

Abstract
Kesehatan ibu yang berkualitas sangat menentukan pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas. Namun, masih banyak permasalahan yang dihadapi dalam meningkatkan kesehatan ibu, salah satunya adalah keterlambatan mengenali tanda bahaya kehamilan dan mengambil keputusan. Pengambilan keputusan dalam pencarian layanan kesehatan melibatkan interaksi antara perempuan, pasangan, dan anggota keluarga lainnya. Pembatasan otoritas perempuan dalam pengambilan keputusan hak reproduksinya akan menghalangi kesempatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan ibu yang memadai. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk memperjuangkan regulasi yang lebih sensitif gender dan memberdayakan perempuan dalam strata sosial masyarakat agar memiliki otoritas penuh dalam pengambilan keputusan hak reproduksinya. Pemerintah telah mengimplementasikan berbagai kebijakan untuk meningkatkan kesehatan ibu, seperti Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang pengarusutamaan gender dalam pembangunan nasional, Surat Edaran Bersama Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala BAPPENAS, Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 270/M.PPN/11/2012, dan Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang RPJMN 2015-2019. Namun, masih banyak permasalahan yang dihadapi dalam implementasi kebijakan-kebijakan tersebut. Salah satu contoh adalah program Desa Siaga yang dinilai kurang semarak jika dibandingkan dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Oleh karena itu, perlu adanya program yang lebih spesifik menggarap pembekalan pria tentang kesehatan ibu dan deteksi dini masalah kegawatdaruratan sehingga pria dapat berperan sebagai pendamping yang peduli terhadap perawatan kesehatan ibu dan anak. Analisis kuantitatif yang menggunakan data Indonesia Demographic and Health Survey (IDHS) 2017 menunjukkan bahwa partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan di Indonesia sudah cukup baik. Hampir separuh ibu memiliki indeks partisipasi perempuan tinggi, sedangkan seperlima ibu memiliki indeks partisipasi sedang dan hanya kurang dari sepuluh persen ibu tidak berperan dalam pengambilan keputusan rumah tangga atau memiliki indeks partisipasi rendah. Pendidikan perempuan juga memegang peranan dalam meningkatkan partisipasi perempuan. Semakin tinggi tingkat pendidikan perempuan, proporsi perempuan dengan indeks partisipasi tinggi semakin meningkat. Dalam rangka meningkatkan kesehatan ibu, perlu adanya peran aktif suami, keluarga, dan masyarakat dalam merencanakan persalinan yang aman dan persiapan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya komplikasi pada saat hamil, bersalin, dan nifas. Oleh karena itu, perlu adanya program yang lebih spesifik menggarap pembekalan pria tentang kesehatan ibu dan deteksi dini masalah kegawatdaruratan sehingga pria dapat berperan sebagai pendamping yang peduli terhadap perawatan kesehatan ibu dan anak.
Connected topics
Classification
USAID DEC