USAID
Cedera Dunia Maya: Cerita Para Penyintas adalah sebuah buku yang diterbitkan oleh Yayasan LBH APIK Jakarta pada Agustus 2021.
2021 · 94 pages

Abstract
Buku ini merupakan hasil dari pendokumentasian kasus-kasus kekerasan berbasis gender online (KBGO) yang dialami oleh perempuan di Indonesia. Buku ini berisi enam cerita dari perempuan korban KBGO yang telah berani menyuarakan pengalaman mereka. Buku ini merupakan hasil kerja sama antara Yayasan LBH APIK Jakarta dan Program Empowering Access to Justice (MAJu) USAID, serta Twitter Asia Pacific Pte Ltd. Buku ini ditulis dengan maksud agar dibaca para perempuan korban dan keluarga di mana saja, sehingga jika ada kasus serupa, semua pihak dalam lingkungan korban bisa memberikan dukungan; juga agar aparat penegak hukum setelah membaca buku ini mempunyai perspektif memihak perempuan korban. Buku ini berisi enam cerita dari perempuan korban KBGO, yaitu: 1. Sate Taichan dan Mimpi-Mimpi Besar yang Tertunda, yang ditulis oleh Gemma Holliani Cahya. 2. Meretas Langit Keadilan, yang ditulis oleh Gracia Asriningsih. 3. Melawan Penyakit, Melawan Pelaku Kekerasan Daring, yang ditulis oleh Sonya Hellen Sinombor. 4. Melawan Tipu Daya Pacar Pemeras, yang ditulis oleh Fransisca Ria Susanti. 5. Terjerat Lingkaran Eksploitasi Seksual dan Ekonomi, yang ditulis oleh Sonya Hellen Sinombor. 6. Ingkar: Cerita Dua Penyintas, yang ditulis oleh Gracia Asriningsih. Buku ini juga berisi prolog dan epilog yang ditulis oleh Damar Juniarto dan Sri Nurherwati, serta ilustrasi yang dibuat oleh Nathania Theora dan Jacinta Dianti. Buku ini merupakan buku kedua yang diterbitkan YLBH APIK Jakarta setelah buku "Ini Tanganku, Ini Sayapku: Beberapa Kisah Pendampingan Korban Kekerasan" yang telah diluncurkan pada tahun 2020. Buku ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi dan dukungan bagi perempuan korban KBGO, serta aparat penegak hukum yang membutuhkan perspektif memihak perempuan korban.
Classification
USAID DEC