USAID DEC
Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Kepulauan Kofiau-Boo terletak di sebelah selatan Raja Ampat, dengan luas 170.000 hektar dan 44 pulau kecil.
2021 · 16 pages

Abstract
Kawasan ini memiliki keanekaragaman terumbu karang yang tinggi, jenis ikan bernilai ekonomis, beragam habitat laguna, serta pulau-pulau yang merupakan jalur migrasi paus dan lumba-lumba. Pada tahun 2021, monitoring sosial dilakukan di delapan kampung dengan total rumah tangga yang terdata adalah 824 rumah tangga. Definisi rumah tangga dalam penelitian adalah keluarga yang tinggal dalam satu rumah dan menggunakan satu dapur bersama-sama untuk memasak. Terdapat 558 rumah tangga yang terdapat dalam wilayah KKPD Kepulauan Kofiau-Boo, sedangkan 266 rumah tangga tercatat di kampung-kampung di luar KKPD. Mayoritas jenis pekerjaan utama yang ditemukan pada pemantauan saat ini di wilayah KKP maupun kontrol adalah Bertani. Ditemukan sebanyak 80.95% rumah tangga di wilayah KKP dan 66.67% rumah tangga di wilayah kontrol yang memiliki pekerjaan utama Bertani. Rumah tangga dengan jenis pekerjaan utama melaut ditemukan sebanyak 8.47% untuk wilayah KKP dan 15.22% untuk wilayah kontrol. Evaluasi dampak intervensi tertentu (yang juga dikenal dalam istilah evaluasi dampak sebagai 'perlakuan' atau treatment) didefinisikan sebagai perbedaan antara pencapaian oleh rumah tangga yang mendapat 'perlakuan' (yaitu berpartisipasi dalam intervensi konservasi) dan rumah tangga yang berada dalam kelompok kontrol. Dampak dari kelima ranah kesejahteraan manusian yang dihasilkan pada pemantauan tahun ini disajikan pada Tabel 1. Tabel 1 menunjukkan bahwa terdapat dampak negatif pada kepemilikan asset rumah tangga, dengan koefisien yang dihasilkan sebesar -0,153. Walaupun dampak yang dihasilkan negatif, tetapi nilai ini menjadi lebih baik dibandingkan pemantauan sebelumnya. Hal ini diduga karena adanya perubahan menjadi lebih baik di wilayah KKP. Dampak negatif menunjukkan bahwa wilayah kontrol cenderung lebih baik dalam kepemilikan asset rumah tangga dibandingkan wilayah KKP. Akan tetapi perbandingan ini tidak signifikan (p-value = 0,288) dengan selang kepercayaan yang dihasilkan adalah -0,414 hingga 0,108. Ini berarti tidak ada perbedaan perubahan dampak untuk kepemilikan asset antara rumah tangga di KKP dengan di control. Penurunan asset diduga disebabkan oleh tidak bertambahnya asset yang baru saat monitoring di lakukan pada tahun ini. Aset dengan umur penggunaan yang relatif lama, seperti perahu dan mesin perahu diduga telah terdata pada survei sebelumnya. Bahkan beberapa asset sudah tidak berfungsi lagi atau rusak. Faktor lain yang diduga mempengaruhi perubahan dampak pada kampung-kampung di KKP termasuk kepemilikan telepon genggam yang ditemukan cukup banyak di rumah tangga-rumah tangga. Sebagian kampung sudah memiliki jaringan telekomunikasi termasuk internet yang cukup baik sehingga kepemilikan telepon atau handphone ditemukan cukup meningkat di hampir semua kampung yang dikunjungi. Selama periode 2019-2021 ini juga tercatat bahwa beberapa kampung menerima bantuan dari pemerintah, seperti perahu bermesin yang merupakan bagian dari program pemerintah untuk kampung-kampung baik yang berada di dalam KKP dan control, namun dalam jumlah yang tidak banyak. Selama pemantauan dilakukan, indeks status ketahanan pangan rumah tangga di wilayah KKP terus meningkat. Rata-rata indeks yang dihasilkan pada pemantauan saat ini (3,95 menjadi 4,21) menunjukkan bahwa secara umum rumah tangga yang berada di wilayah KKP berada pada status tahan pangan.
Connected topics
Classification
USAID DEC