Final Report: Bimbingan Teknis Evaluasi Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan (EVIKA)
Sign inUSAID DEC
Wilayah Bentang Laut Kepala Burung, Papua (BLKB) merupakan salah satu kawasan konservasi perairan yang memiliki luas lebih dari 4,5 juta hektar dan memberikan kontribusi sekitar 25% dari luasan Kawasan Konservasi Perairan (KKP) di Indonesia.
2021 · 22 pages

Abstract
BLKB memiliki lebih dari 20 kawasan konservasi perairan yang perlu dikelola secara efektif untuk mendukung komitmen pemerintah Indonesia membentuk 32,5 juta hektar kawasan konservasi perairan pada tahun 2030. Pengelolaan KKP di BLKB saat ini masih memiliki beberapa tantangan, termasuk peningkatan efektivitas pengelolaan. Efektivitas pengelolaan KKP dapat memberikan dampak positif secara ekologi dan sosial ekonomi bagi masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi efektivitas pengelolaan KKP di BLKB untuk mengetahui keberadaan pengelolaan KKP secara riil di lapangan. Evaluasi efektivitas pengelolaan KKP di BLKB telah dilakukan menggunakan perangkat EVIKA (Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan). EVIKA merupakan perangkat penilaian yang digunakan untuk menilai efektivitas pengelolaan KKP. Perangkat EVIKA menilai efektivitas pengelolaan KKP dengan 5 tahapan, yaitu inisiasi, pendirian, pengelolaan minimum, pengelolaan optimum, dan KKP yang berfungsi penuh. Kegiatan evaluasi efektivitas pengelolaan KKP di BLKB telah dilakukan pada tanggal 13-15 Januari 2021 di Ruang Rapat DKP Provinsi Papua Barat. Kegiatan ini diselenggarakan secara bersama oleh Program Sains untuk Konservasi, LPPM Universitas Papua, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat, Conservation International (CI) Indonesia, dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN). Peserta kegiatan evaluasi efektivitas pengelolaan KKP di BLKB terdiri dari 25 orang yang berasal dari berbagai instansi, termasuk DKP Provinsi Papua Barat, Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Satker KKPN Raja Ampat, UPTD KKP Kepulauan Raja Ampat, dan lain-lain. Narasumber kegiatan berasal dari Subdit Penataan Kawasan Konservasi, Direktorat KKHL - KKP dan Loka PSPL Sorong. Hasil evaluasi efektivitas pengelolaan KKP di BLKB menunjukkan bahwa beberapa kawasan konservasi perairan telah dinilai dengan nilai EVIKA yang tinggi, yaitu TWP Kepulauan Raja Ampat dengan nilai EVIKA 70,76, TP Jeen Womom dengan nilai EVIKA 54,91, dan TWP Kaimana dengan nilai EVIKA 49,68. Namun, beberapa kawasan konservasi perairan masih memiliki nilai EVIKA yang rendah, yaitu TP Teluk Berau dan Teluk Nusalasi Van en Bosch Fakfak dengan nilai EVIKA 36,67. Rekomendasi dari hasil evaluasi efektivitas pengelolaan KKP di BLKB akan diberikan oleh tim penilai yang dibentuk oleh KKHL-KKP. Hasil evaluasi efektivitas pengelolaan KKP di BLKB juga akan digunakan sebagai bahan masukkan dalam menyusun petunjuk teknis bagaimana menggunakan EVIKA dan juga berapa waktu ideal untuk melakukan evaluasi setiap KKP.
Connected topics
Classification
USAID DEC