PENINGKATAN PRODUKSI BIOGAS DARI AIR LINDI DENGAN VARIASI JENIS MEDIA IMOBILISASI BAKTERI ANAEROB
Sign inUSAID DEC
Peningkatan Produksi Biogas dari Air Lindi dengan Variasi Jenis Media Imobilisasi Bakteri Anaerob Peningkatan populasi penduduk yang sangat pesat di Indonesia menyebabkan semakin tinggi pula produksi sampah yang dihasilkan.
2015 · 10 pages

Abstract
Penumpukan sampah tersebut dapat menghasilkan limbah cair yang disebut lindi. Lindi yang dihasilkan dari sampah domestik umumnya mempunyai karakteristik kandungan bahan organik yang cukup tinggi. Pengolahan lindi secara anaerobik dapat menurunkan kandungan bahan organik sekaligus menghasilkan biogas sebagai sumber energi. Akan tetapi, produksi biogas dari lindi melalui proses anaerobic digestion memiliki kelemahan yaitu waktu tinggal yang lama yang disebabkan oleh banyaknya inhibitor yang terkandung di dalam air lindi. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi peruraian lindi di dalam digester dengan menambahkan media imobilisasi. Media imobilisasi yang digunakan berbasis zeolit, bagasse fly ash (BFA), dan campuran zeolit-BFA yang dicetak berbentuk silinder berlubang dan dimasukkan dengan rasio antara massa media imobilisasi dan substrat sebesar 140 gram media imobilisasi/gram SCOD. Proses digestion dijalankan secara anaerob dalam dua tahapan fed batch, tahap pengumpanan pertama selama 28 hari dan tahap pengumpanan kedua dengan penambahan 50% substrat segar selama 36 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum penambahan media imobilisasi meningkatkan SCOD removal dan menurunkan akumulasi VFA. Penambahan media imobilisasi berbasis zeolit pada tahap pertama mampu meningkatkan produksi biogas hingga 221% dibandingkan dengan digester tanpa media imobilisasi, sedangkan pada tahapan kedua setelah ditambahkan 50% substrat segar, peningkatan volume biogas terbesar diberikan oleh media imobilisasi berbasis BFA, yaitu 146%. Walaupun demikian, media imobilisasi berbasis zeolit memberikan peningkatan volume kumulatif metana tertinggi dibandingkan digester tanpa media imobilisasi, baik sebelum maupun sesudah penambahan substrat (528% dan 326% berturut-turut) sehingga dapat disimpulkan bahwa jenis media imobilisasi terbaik di antara ketiga jenis media yang diuji dalam penelitian ini adalah media berbasis zeolit. Pengolahan lindi secara anaerobik dapat menurunkan kandungan bahan organik dalam lindi yang cukup tinggi sekaligus menghasilkan biogas yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energi TPA. Produksi biogas dari air lindi melalui proses anaerobic digestion memiliki kelemahan yaitu waktu tinggal yang lama yang disebabkan oleh banyaknya inhibitor yang terkandung di dalam air lindi. Hal ini dapat diatasi dengan mengkonsentrasikan bakteri pada digester atau disebut imobilisasi. Imobilisasi akan meningkatkan laju penguraian senyawa organik dan mengurangi volume reaktor. Media imobilisasi yang digunakan dapat berupa plastik ataupun media padatan berpori yang dapat berperan sebagai adsorben, misalnya zeolit atau karbon aktif. Penambahan media zeolit terbukti mampu meningkatkan kinerja peruraian anaerobik secara batch karena memiliki kapasitas imobilisasi bakteri yang tinggi dan kemampuan menjaga keseimbangan ion amonium dan amonia. Sementara itu, karbon aktif telah dikenal sebagai adsorben dengan kemampuan tinggi untuk removal senyawa organik. Zeolit dan karbon aktif dapat digunakan untuk menghasilkan komposit yang memiliki kemampuan adsorpsi amonium dan senyawa organik sehingga dapat meningkatkan kinerja pengolahan lindi. Bagasse fly ash (BFA) merupakan limbah padat dari industri tebu yang memiliki kandungan karbon yang cukup tinggi. Kandungan karbon di dalam BFA menjadikan BFA memiliki kemampuan adsorpsi senyawa organik. Pada penelitian ini
Classification

USAID DEC