Rantai Peringatan Dini Tsunami Bagian Hilir Kota Padang dengan Pendekatan Aglomerasi Lokal dan Komunitas
Sign inUNIVERSITY OF MARYLAND
Kota Padang terletak di pesisir barat Pulau Sumatera dan memiliki ancaman yang tinggi terhadap bencana tsunami.
2016 · 2 pages

Abstract
Dalam penelitian sebelumnya, tsunami dari zona subduksi Mentawai memiliki perkiraan waktu tempuh (travel time) hanya tiga puluh lima menit untuk mencapai pesisir pantai Kota Padang. Oleh karena itu, perbaikan dalam rantai peringatan dini tsunami memiliki urgensi yang tinggi untuk dilakukan di Kota Padang. Pemerintah Indonesia telah memiliki sistem peringatan dini tsunami yang disebut Indonesian Tsunami Early Warning System (Ina-TEWS). Walaupun demikian, sistem peringatan dini tsunami hilir Ina-TEWS hanya dapat mengatur rantai peringatan dini tsunami sampai pada tingkat kota/kabupaten. Oleh karena itu, penelitian ini yang merupakan bagian dari Penelitian PEER Cycle 3 – NAS Sub Grant 2000004899-FFATA telah berupaya melakukan investigasi secara holistik kebijakan terkait sistem peringatan dini tsunami Ina-TEWS perlu dan/atau telah diturunkan ke dalam kebijakan di tingkat kota dan komunitas serta kapasitas yang ada pada level komunitas maupun stakeholder lainnya yang berpotensi untuk diaglomerasikan dalam melengkapi Sistem Peringatan Dini Tsunami Bagian Hilir untuk dapat mencapai the last mile dari masyarakat terpapar. Kota Padang telah memiliki Peraturan Walikota 14/2010 mengenai pelaksanaan sistem peringatan dini tsunami, namun demikian peraturan tersebut terbatas pada Satuan Kerja Perangkat Daerah dan tidak mengatur internalisasi keberadaan organisasi dan komunitas di tingkat masyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah seperti apa rantai peringatan dini tsunami di Kota Padang berdasarkan dokumen resmi yang sudah ada dibandingkan dengan kondisi temuan di lapangan akan potensi kapasitas lokal yang dapat diikutsertakan untuk memperkuat dan melengkapi gap rantai peringatan dini tsunami bagian hilir di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk dapat mencapai the last mile dari masyarakat terpapar. Tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan rekomendasi untuk rantai peringatan dini tsunami hilir di Kota Padang yang akan dicapai dengan empat sasaran, yakni: (1) mengidentifikasi aktor yang ada dalam rantai peringatan dini tsunami hilir berdasarkan data primer dan sekunder, (2) memetakan aktor dalam rantai peringatan dini tsunami hilir di Kota Padang berdasarkan data sekunder, (3) memetakan aktor dalam rantai peringatan dini tsunami hilir berdasarkan data primer di Kota Padang dan Kecamatan Koto Tangah, (4) menganalisis peran dan potensi kapasitas masing-masing aktor institusi maupun individu dalam rantai peringatan dini tsunami Kota Padang dan Kecamatan Koto Tangah. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian adalah studi pustaka, analisis konten, dan social network analysis menggunakan perangkat lunak UCINET. Data yang digunakan dalam penelitian adalah dokumen pemerintah yang resmi yang sudah dipublikasi, data dari hasil dari Focus Group Discussion (FGD), dan wawancara semi-terstruktur di Kecamatan Koto Tangah baik untuk reaksi dan respon masyarakat dan stakeholder terkait pada peristiwa sebelum dan sesudah persitiwa gempa 2 Maret 2016. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa banyak simpul-simpul yang potensial dalam rantai peringatan dini tsunami hilir di tingkat lokal, seperti kelurahan dan masjid, belum tercantum dalam dokumen resmi. Begitu pula dengan instansi pemerintahan yang cukup penting dalam rantai peringatan dini tsunami di tingkat kota. Kelompok Siaga Bencana (KSB) yang dibentuk oleh BPBD Kota Padang juga masih kurang dioptimalkan dan memiliki kapasitas yang rendah dalam menyebarkan informasi peringatan dini tsunami di tingkat lokal. Dengan demikian, penelitian ini menyarankan bahwa perlu dilakukan perbaikan dalam rantai peringatan dini tsunami di Kota Padang dengan mengintegrasikan aktor-aktor lokal dan komunitas
Connected topics
Classification
USAID DEC